Sabtu, 04 Agustus 2012

Ketika Guru Dilaporin oleh Ortu

guru ato ortu yang berhak pukul anak?
Beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita tentang kekerasan terhadap anak didik yang dilakukan oleh guru. Dengan alasan menjaga nama baiknya, saya hanya bisa katakan bahwa peristiwa ini terjadi di dekat lingkungan tempat tinggal saya. Kasus kekerasan ini telah masuk dalam ranah hukum dan saya pribadi sangat miris mendengarnya. Bukan miris

Selasa, 03 Juli 2012

Kopiah vs Terminal Malam


Saya berani bertaruh untuk sebuah legalitas norma yang berjudgment tentang ketidakwajaran dua wanita dewasa beraroma bedak, parfum menyengat, berkacamata hitam, bersolek lebay, dan berpakaian ketat minim, yang ada di larutnya malam di sebuah remang sepinya ruang publik bernama terminal.  Unfortunately,  saya secara tak disangka berjarak sangat dekat dengan keberadaan mereka, yakni berada di satu “gerobak” malam dalam keadaan menunggu. Cemas adalah kata yang tepat bagi saya kali ini. Beruntung

Selasa, 19 Juni 2012

Teman-teman yang Aku Bersyukur Bersama Mereka


seperti ini kan keren thooh...

Pertemanan merupakan hal yang harus dimiliki oleh tiap manusia. Bila teman kita baik, maka akan ada pula kecenderungan diri kita untuk menjadi baik. Dan saya sangat bersyukur karena diantara ribuan sikap baik yang dimiliki teman-teman saya, terselip sebuah sikap baik mereka

Jumat, 06 April 2012

Sepucuk Kembang Sepatu dari Muridku

kembang sepatu dari murid
Hari begitu cerah walaupun hawa dingin menemani perjalanan saya menuju sekolah tempat saya mengajar. Namun hal ini wajib saya syukuri mengingat dibeberapa hari sebelumnya, mentari enggan untuk menghangatkan tetumbuhan dan tanah dibumi. Overall, it’s a nice day.

Semangat untuk rengkuh ridho Ilahi pun tak kenal kata surut ketika deru motor saya memasuki halaman sekolah. Saat itu, hijaunya rerimbunan pohon yang tepat menjadi background sekolah seakan menyambut kedatangan saya. Hari ini, saya memasuki kelas IX yang dalam beberapa hari kedepan akan menghadapi UNAS. Sedianya saya tak memiliki jadwal nge-date dengan para siswa senior sekolah ini. Namun karena yang seharusnya mengisi di kelas IX ini sedang berhalangan, maka saya pun didaulat untuk menjadi babysitter mereka.

Basmalah Edisi Pelosok Negri

a pride of future insides the badge
Saya tidak akan mengatakan bahwa ini adalah keadaan yang memprihatinkan karena saya tahu bahwa banyak rekan-rekan saya di daerah pelosok negri ini yang keadaan tempat mengajarnya lebih memprihatinkan. Mereka harus menempuh puluhan jam perjalanan bahkan hitungan 2-3 hari dengan rakit untuk sampai ditempat tujuan mereka mengajar. Tapi jika penilaian keadaan dilakukan dengan mempertimbangkan metropolitannya kota Jember ditahun ini, salah satu tempat mengajar saya kali ini adalah tergolong pelosok.

EXTRA ORDINARY

Ujian Tulis Sekolah di rumah
Kadang memang sulit untuk membuat mereka sadar bahwa pendidikan semestinya masuk kategori prioritas A1. Dan inilah yang kami alami ketika kami mendapati beberapa siswa kami tak mau lagi hadir ke sekolah dengan alasan yang mereka miliki masing-masing. Padahal, dalam beberapa hari ke depan mereka akan mengikuti ujian nasional (UNAS) sebagai prasyarat mendapatkan ijazah.

Senin, 02 Januari 2012

Materai pun Tak Bertaring

meaningless
Baru beberapa waktu yang lalu saya menuliskan tentang kontrak sekolah, yang saya pandang sebagai suatu hal yang menohok dalam mengatasi tradisi putus sekolah, namun saya sudah merasa tidak yakin akan tingkat efektifitasnya.

Rabu, 07 Desember 2011

KONTRAK SEKOLAH: Sebuah Perjanjian Pemutus Tradisi Putus Sekolah

WAJIB: Pendidikan itu adalah hak anak dan amanat UUD 1945.
Desember menjadi bulan ke empat bagi saya berada di sekolah tempat saya mengajar. Dan dibulan inilah baru pertama kali saya menemui pertemuan pihak sekolah dengan para walimurid. Terlepas dari apa yang para walimurid bahas dengan pihak sekolah, di momen inilah saya menyadari akan adanya “kontrak sekolah”.

Kamis, 03 November 2011

(seperti) Ditantang Bergelut oleh Siswa

mereka hanya malaikat yang butuh kasih sayang
Dulu pernah saya mendengar cerita seorang teman tentang kawannya yang ajak gurunya untuk bergumul (berkelahi). Sampai hari kemarin, saya anggap itu hanya cerita yang berkadar 99% benar. Namun, kyakinan itu naik 1% sejak hari kemarin. Saya sendiri mengalaminya.

Saya adalah seorang guru baru disebuah sekolah menengah pertama di pinggiran kota. Sebagian murid kami adalahdari kalangan yang tidak berada, baik secara finansial maupun kasih sayang dalam sebuah keluarga. Sebagai guru baru, saya pun berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan. Saya lakukan dengan segala ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan. Hal ini saya lakukan agar saya bisa diterima dengan baik di lingkungan baru ini. Alhasil,

Ketika Siswa Kami Men-tatto Tubuhnya


Inilah Tatto yang mereka rajah
Senin di awal bulan Oktober 2011…
Pagi ini kami dihadapkan pada tingkah tiga murid yang diluar dugaan kami selaku pendidik di sebuah sekolah anak negeri. Tiga murid mentatto dirinya dengan ramuan alam getah jambu monyet. Gilaaaak….!! Gak mikir tah kalo ntuh merusak masa depannya. Setidaknya, tattoo itu menghalanginya untuk diterima bila ndaftar tentara.
Seperti biasanya, pada pelaksanaan upacara,

Kamis, 29 September 2011

Hari Ke-satu di Episode Baru Renggut Ridho Ilahi


Aroma tembakau begitu menyengat manakala raga saya memasuki kawasan ini. Aroma inilah yang sepertinya pas dijadikan penanda hari pertama saya berkarya untuk ridho Ilahi di satu bagian dari negeri Indonesia. Pagi sekali

Selasa, 16 Agustus 2011

Acungan Tangan yang Tidak Kita Harapkan

Ketika saya menuliskan tulisan ini, saya baru selesai melaksanakan tugas sebagaimana yang adhik-adhik angkatan saya minta yaitu mengisi sebuah segmen disuatu acara pondok ramadhan sebuah SMP tempat mereka melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Disini,

Rabu, 27 Juli 2011

Jembatan Tukad Bakung - Catatan Perjalanan


Jembatan Tertinggi se-Asia

Jalan nan panjang dan jauhnya jarak pun kami tempuh. Semakin banyak roda berputar, semakin tinggi angka bersatuan meter dpl. Dibeberapa jarak, jalan tidak lagi mulus semulus kulit apel america, melainkan berlubang-lubang laksana bercak-bercak dikulit berpanu-kadas. Tapi hal itu tidak menjadikan diriku meninggalkan kesan bahwa perjalananku kali ini tidaklah menarik. Justru sebaliknya,

Selasa, 19 Juli 2011

Semangat Skripsi pake Analogi Dua Kerja

Saya kerap momotivasi diri dengan melakukan analogi suatu pekerjaan yang sedang saya kerjakan dengan pekerjaan lain yang bagi saya bernilai mulia. Seperti halnya dengan pekerjaan yang Alhamdulillah baru saya rampungkan, skripsi. Saya pun menganalogikannya dengan sebuah pekerjaan mulia bernama haji. Bagi saya, ibadah haji merupakan satu cita diantara ribuan cita yang ingin digapai sebelum saya menghembuskn nafas terakhir. Pasti demikian pula denganmu (bila seorang muslim), muslim mana sih yang gak mau berangkat haji??

Bukanlah tidak beralasan saya menganalogikan "jihad" skripsi saya dengan runtutan ibadah haji.

Drama Jam Arab (catatan perjalanan)

 …
Orang 1
:
“permisi… siapa yak tadi yang laporan barangnya hilang??”
Orang 2
:
“Saya mas…” (terdengar lirih dari tempat duduk di barisan belakang bus)
Orang 1
:
“kok bisa mas?? Gimana samean itu… dari mana samean?? Dari Sumatra yah?? Kok bisa seh??” (seperti berondongan peluru yang dilepaskan untuk musuh disaat perang Badar -->emang ada peluru diperang Badar?).
Orang 2
:
“iya mas. Saya dari Sumatra. Ndak tau gimana hilangnya. Tadi saya tidur dan … bla… bla… bla…”.
Orang 1
:
“wadoooh… gimana samean nei mas.. mau kemana samean?? Ndak usah takut, saya pengawas bus ini.”
Orang 2
:
“mau ke situbondo mas…”
Orang 1
:
Waaaah.. nei bukan ke situbondo mas. Nei ke Bali, lewat gumitir. Ndak ke situbondo nei mas. Salah samean.
Orang 2
:
“hahh… haduh.. gimana nei mas. Saya ndak punya uang lagi.
Orang 1
:
“yawes… samean ikut saja. Nanti oper di Genteng. Tapi samean tetep harus mbayar mas.”
Orang 2
:
“saya ndak punya apa-apa lagi mas selaen jam yang saya pake ini. Tapi nei Jam Arab. Eman saya mas.”