EduWorld (21) Islam (4) dunia pesantren (3) eVenTs (9) entertainment (10)
Tampilkan postingan dengan label eVenTs. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label eVenTs. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 November 2011

(seperti) Ditantang Bergelut oleh Siswa

mereka hanya malaikat yang butuh kasih sayang
Dulu pernah saya mendengar cerita seorang teman tentang kawannya yang ajak gurunya untuk bergumul (berkelahi). Sampai hari kemarin, saya anggap itu hanya cerita yang berkadar 99% benar. Namun, kyakinan itu naik 1% sejak hari kemarin. Saya sendiri mengalaminya.

Saya adalah seorang guru baru disebuah sekolah menengah pertama di pinggiran kota. Sebagian murid kami adalahdari kalangan yang tidak berada, baik secara finansial maupun kasih sayang dalam sebuah keluarga. Sebagai guru baru, saya pun berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan. Saya lakukan dengan segala ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan. Hal ini saya lakukan agar saya bisa diterima dengan baik di lingkungan baru ini. Alhasil,

Ketika Siswa Kami Men-tatto Tubuhnya


Inilah Tatto yang mereka rajah
Senin di awal bulan Oktober 2011…
Pagi ini kami dihadapkan pada tingkah tiga murid yang diluar dugaan kami selaku pendidik di sebuah sekolah anak negeri. Tiga murid mentatto dirinya dengan ramuan alam getah jambu monyet. Gilaaaak….!! Gak mikir tah kalo ntuh merusak masa depannya. Setidaknya, tattoo itu menghalanginya untuk diterima bila ndaftar tentara.
Seperti biasanya, pada pelaksanaan upacara,

Selasa, 16 Agustus 2011

Acungan Tangan yang Tidak Kita Harapkan

Ketika saya menuliskan tulisan ini, saya baru selesai melaksanakan tugas sebagaimana yang adhik-adhik angkatan saya minta yaitu mengisi sebuah segmen disuatu acara pondok ramadhan sebuah SMP tempat mereka melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL). Disini,

Jumat, 08 April 2011

catatan harianku (January 18th, 2011) --- Unconfirmed yet...


Suatu hal yang cukup mengejutkan tatkala aku tau jika aku udah tiada lagi ada di facebook friendlistnya. Aku bisa memakluminya dengan ”jarak” yang memang ada antara kami, sejak masa itu. Aku pun tau  bahwa pasti ada alasan yang baik untuk ketiadaan nama akunku dideretan friendlistnya. Walau memang sulit untuk diterima dengan tiada banyak tanya dalam diri, aku tetap bisa memakluminya. Toh demikian, sepertinya kami bisa saling mengunjungi wall akun kami masing-masing walau dengan status sebagai ”penyusup”, kalo mau.
Akhir taun lalu hingga hari-hari terakhir ini sepertine menjadi masa-masa yang udah dijatahkan pada kami untuk merajut kembali tali persahabatan yang sedang kacau. Hingga akhirnya aku terima kembali permintaan utk konfirmasi sebuah pertemanan dari sebuah akun bernamanya dengan embelan nama bersense narsist dibelakang namanya (terserah dari mana, aku tak akan mengganggu gugat). Yah,,, ini darinya. Dan sekali lagi tiada daku mempermasalahkan.
Sebuah hal yang cukup mudah bagiku untuk mengkonfirmnya karena hanya butuh satu ato dua ”klik” ditombol hape yang sudah tersedia. Namun menjadi hal yang tak mudah bila akan membuatnya lebih bernilai dari hanya sekedar menekan tombol konfirmasi dari jemariku sendiri. Bukankah alangkah lebih baik kalo jemarinya sendiri yang melakukan konfirmasi??? Namun terlalu lama aku untuk menghantarkannya ataulah aku sungguh tidak sempat menghantarkannya atau pula tiada aku menemukan sedikit cela untuk mempersilahkan jemarinya meng-klik, sehingga permintaan itu udah hilang diantara deretan permintaan pertemanan lain berjumlah 159an ntuh. Yaaahhh.... all is well. Biarlah disini aku haturkan apa yang sebenarnya menjadi rencanaq walau akhirnya tiada dapat diwujudkan. Walaupun tiada dalam friendlist, ini bukan berarti bahwa kami tidak saling mengenal bukan???

Selasa, 05 April 2011

tribute to Suci Irmasari --- Rest In Peace

a collage friend who passed away because of her sickness.



Suci, thanks so much for all memories you had with us. I just wanna say good bye for you. May Allah gather you in His heaven… amiin. 


Tentang Takdir

Nei adalah catatanq pada Thursday, March 15th, 2011

Sore ini, ketika sedang uenak2e maen ma nak-kanak children, ada yang bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan takdir manusia padaku. Kurang lebihnya begini merka bertanya: “...kan ada entah ungkapan entah apapun ntuh yang mengatakan bahwa seorang baik maka akan mendapatkan (jodoh) yang baik pula dan begitu pula sebaliknya. Nah kalo ntuh mang bener berarti pada dasarnya kita ntuh udah dijudge/divonis untuk jadi baik ataupun buruk karena jodoh dah bener2 dah ditetapkan Tuhan? Ndak akan berubah dunk?? Kalo udah baikyo baik kalo buruk yo buruk.” Kurang lebihnya demikian mereka bertanya padaku sore ini. Maka aku menjawabnya dengan berangkat dari proses kejadian manusia.

Merujuk pada (hanya) salah satu hadist yang terdapat dikitab arba’in an-Nawawi,

Senin, 04 April 2011

SMS sahabat yang tak terbalas --> maafku.


Semalam ditengah sunyi malam, phoneq berdering pertanda ada pesan singkat masuk… begini isinya:

SAHABAT adalah orang yang mau memahami saat kita berkata "hehe, sorry aku lupa…"
Menunggu saat kita berteriak "Tunggu aku… :'( "
Menangis bersama saat kita mengadu "dy tidak mencintai aku lagi… :'( "
Tak punya dendam saat kita bilang "idiiiiih,,, cerewet bagtz cih km :@"
Slalu membantu saat kita meminta "aku boleh minta tolong gak??..."
Dan masih bisa tersenyum meski kita bilang "aq ntuh lagi sebel sama kamu tauuuk… :@"

Dan bagiq sahabat itu adalah kamu….
Terima kasih tlah jadi seorang sahabat… ^_^

Dan di akhir pesan singkat yang ia kirimkan padaku, ia menulis…

Kl km mau, kirim sms ini ke org yg kmu anggap sahabat. Tp jangan khawatir,, sahabat akan ttp bahagia sekalipun kamu menghapus sms ini… J J.

OMG… *style Taani dalam Rab Nee Joodi movie. Nei pasti bener anggap daku selayak sahabat. Padahal daku?? Sepertine daku tak pantas untuk dipandang berlebih seperti hal demikian. Bahkan daku tak membalas sms nei. *pulsane abis..

Tapi biarlah daku balas lewat tulisanq disini…

Kl km berkenan, baca tulisan ini sebagai tulisan dari seorang sahabat. Tp jangan khawatir,, aku adalah aku yang akan ttp bahagia sekalipun kamu tiada berkenan berikan tanda bahwa kau telah membaca tulisan ini.

July 2010 --- Es Dawet untuk Iman (alm.)

Aku beristirahat untuk sejenak ditengah perjalananku Tanggul-Jember-Bondowoso-Jember-Tanggul. Saat itu, matahari begitu terik dan udara begitu panas. Peristirahatan yang tepat di bahu jalan dengan es dawet yang menyegarkan. Dahaga pun lepas. Daku pun melanjutkan perjalanan di siang yang begitu terik… 

Ketika aku menjenguknya di RS
Beberapa bulan setelah photo di bahu jalan dengan es dawet ntuh, kawanku Iman Teguh Firmansyah meninggal dunia karena sakit akibat kecelakaan yang menimpanya. Sebelum hari ketika ajal menjemputnya, aku sempat beberapa kali menjenguknya di rumah sakit. Ketika aku menjenguknya di rumah sakit untuk yang pertama kali, dia berkata bahwa sebelum kecelakaan yang menimpanya, sebenernya dia ingin berhenti sejenak untuk melakukan sesuatu seperti apa yang aku lakukan di bahu jalan tepat didepan hutan jati di kawasan Dadapan-Bondowoso, beristirahat sembari menikmati es dawet. 

Berangkat dari keinginannya untuk menikmati es dawet di hari dia mengalami kecelakaan itu, akupun memberikan semangat padanya. Aku janji akan mentraktirnya menikmati es dawet yang dia inginkan dengan syarat dia bisa pulih dan meninggalkan rumah sakit itu. Memang aku akui, saat aku menjanjikan hal ini padanya, ada rasa ragu yang tersirat dalam hatiku. Tapi sewaktu itu, tiada alasan bagiku untuk mengurungkan niat mentraktirnya. Toh itu adalah bagian semangat yang kuberikan pada kawanku. Bahkan dengan janji traktiran ntuh, kami yang berada di ruang itu bisa melepaskan tawa dengan suasana yang begitu hangat. Toh itu juga hanya mentraktir seperti ala kadarnya. Toh hal yang semacam makan ato minum bersama acap kali daku lakukan bersamanya. Tapi waktu itu benar-benar ada rasa ragu atau entah rasa apa yang mengganjal dalam hatiku. Rasa ragu itu sangat besar namun daku dengan sadar tidak mau menghiraukannya. Kini, aku tau kenapa ada rasa ragu dalam diriku waktu itu. Rasa ragu itu ternyata adalah pertanda awal yang tiada pernah aku pahami hingga aku menuliskannya disini saat ini bahwa AKU TAK AKAN PERNAH BISA MENTRAKTIRNYA MINUM ES DAWET. Selamat jalan kawan... maafkan aku yang tak sempat bawakan segelas es dawet padamu.

catatan harianku (September 14th, 2010) --- G.O.M.B.A.L.

 Bondowoso, Sept 4th, 2010
17.09 pm.

Selayak dua sayap yang bergerak seirama, selayak itulah diri ini menyuarakan apa yang menjadi rasa dalam hati yang aku bilang murni semurni mutiara jamrud. Daku kenal dia sebaik apa yang menjadi baik manusia pada umumnya. Belum berlebih dan tiada akan berkurang. Ketekunan menjalani hidup, kesungguhan melakukan tugas, dan keelokan dalam lemparkan canda telah undang decak kagum yang tiada dapat daku untuk tidak menyuara. Dan suaraku pun terdengar sayup tiada kencang. Bilapun ada, hanya dalam hati ini mungkin badainya menyerang.
Itukah yang dinamakan muda? Jiwa yang selalu melantunkan kata-kata bunga yang semerbakkan ribuan untaian mewangi hias bumi warnai dunia.
Walau mewangi telah tersemerbak, tapi mengapa tiada kuat untuk haturkan lidah hakim yang begitu masyhur? Masihkah yakin hati yang berkata bahwa kuncup daun masih menjadi tempat diri ini tertambat? Tiadalah daku tau pasti. Yang pasti adalah daku semerbakkan mewangi yang G.O.M.B.A.L.