EduWorld (21) Islam (4) dunia pesantren (3) eVenTs (9) entertainment (10)
Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entertainment. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2011

Pesan "Kebapakan" Pak Prof.

Prof. DR. Arief Rahman H, M.Pd.
Sebagai seorang yang belajar, tentunya saya banyak mendapatkan pesan atau nasehat untuk kebaikan saya. Ntah berapa banyak nasehat dan pesan yang saya dapatkan. Ntah berapa banyak pula pesan dan nasehat yang telah saya laksanakan pun pula saya abaikan. Yang jelas, pesan dan nasehat itu saya dapatkan baik dari orang lain, guru, orang tua, maupun teman. Bentuknya pun baik secara verbal maupun non-verbal, baik orally maupun secara tertulis.

Senin, 02 Mei 2011

Wa'alaikum Sayank... ---> Salam Nyleneh tapi Asyik

how do you greet others??
Salam “assalamu’alaikum.wr.wb.” wajib untuk dijawab. Mencuri salam juga diperkenankan. Mungkin saking wajibnya salam nei untuk dijawab, jadi pas ada yang ucapkan salam tapi gak ada yang njawab, kita sebagai

Minggu, 01 Mei 2011

Aksi May Day vs Aksi Melet

untuk kali nei..... saya akan tandingi aksi "May Day" dengan aksi "Melet" saya...

Rabu, 27 April 2011

SIMBOLISASI PESAN==>SENI BERKOMUNIKASI LEVEL TINGGI


Beberapa waktu lalu, saya menghadiri acara pemakaman putra dosen saya. Ada satu hal yang menarik perhatian saya dalam acara tersebut. Di depan rumah duka, ada semacam “hiasan” (entah dengan kata apa saya harus menyebutnya) yang terdiri dari rangkaian pohon pisang, menir (bunga kelapa), cengkir (kelapa kecil), dan beberapa komposisi dari tumbuhan lainnya. Saya teringat dengan suatu pelajaran yang dahulu pernah disampaikan oleh almarhum Abah Kyai saya, Prof. DR. KH. Sahilun A. Nasir, M.Pd.I. ==> Allahummaghfirlahuu… Saya pun mencari catatan pengajian yang sepertinya pernah saya buat berkenaan dengan hal ini. Alhamdulillah… ketemu.

Rabu, 06 April 2011

the power of Umi --> inspiring you

tidak ada alasan untuk tidak menyayangi bundamu...


Aku mendapatkan gambar nei dari akun milik kawanq [Ssst…. Jangan rame2, karna aku gak bilang2 de’e pas ambil nei gambar].

Bagikuw, gambar nei memberikan sebuah kedamaian tersendiri. Gambar nei merupakan salah satu hal yang membuat dirikuw tak memiliki alasan untuk tidak memanjatkan do’a bagi kebahagiaan bundaku sendiri, umi. Saat nei, mungkin umi-ku sedang mendo’akan kebahagiaanku, bekerja untuk belajarku, dan bahkan juga selalu menjaga hati untuk kelancaran buah hatinya, aku.
 
Umi atau bunda atau mama atau ibu… semua kata itu telah memberikan inspirasi bagi hidup tiap buah hatinya. Aku akui, keakraban antara bunda dan seorang buah hati seperti yang ada dalam gambar-gambar nei telah menjadi satu cita tersendiri dalam hidupku. Kelak, suatu saat nanti, di pagi hari yang cerah dengan ditemani oleh semerbak wewangian bunga kebun dan lantunan kicau burung, aku akan berlaku demikian beserta keluarga kecilku. Bahkan bukan hanya satu angka bersatuan hari, namun lebih dari itu. Maka dari itulah, kupanjatkan doaku semenjak hari-hari sebelum hari ini. how 'bout you??


Selasa, 05 April 2011

terima kasih terima sayang


Suatu hari, ada sebuah percakapan...


Kupu2   : “terima kasih yah..”
Kecoak : “gitu ajah??”
Kupu2   : “mang apa lagii??”
Kecoak : “sekalian terima sayang.”
Kupu2   : “kok bisa??”
Kecoak : “karena dalilnya begituw..”
Kupu2   : “dalil yang mana??”
Kecoak : “Surat pertama ayat pertama dalam Al-Qur’an.”
Kupu2   : “Bismillaahirrohmaanirrohiim… (baca: dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang..). ouuw… iyak. Bettul.”
Kecoak : “Hu’um, jadi kasih ntuh mang bersanding dengan sayang. Kalo ada terima kasih, yo ada terima sayang dunk.”
Kupu2   : “so…???”
Kecoak : “Up to you…”
Kupu2   : “Terima kasih n terima sayang yah…”
Kecoak : “sama-sama.”

Nb: karena tafsir tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, maka penggunaan “terima kasih terima sayang” dengan mendasarkan pada Qur’an tidak bisa digunakan… hehehe… 

 

Senin, 04 April 2011

SMS sahabat yang tak terbalas --> maafku.


Semalam ditengah sunyi malam, phoneq berdering pertanda ada pesan singkat masuk… begini isinya:

SAHABAT adalah orang yang mau memahami saat kita berkata "hehe, sorry aku lupa…"
Menunggu saat kita berteriak "Tunggu aku… :'( "
Menangis bersama saat kita mengadu "dy tidak mencintai aku lagi… :'( "
Tak punya dendam saat kita bilang "idiiiiih,,, cerewet bagtz cih km :@"
Slalu membantu saat kita meminta "aku boleh minta tolong gak??..."
Dan masih bisa tersenyum meski kita bilang "aq ntuh lagi sebel sama kamu tauuuk… :@"

Dan bagiq sahabat itu adalah kamu….
Terima kasih tlah jadi seorang sahabat… ^_^

Dan di akhir pesan singkat yang ia kirimkan padaku, ia menulis…

Kl km mau, kirim sms ini ke org yg kmu anggap sahabat. Tp jangan khawatir,, sahabat akan ttp bahagia sekalipun kamu menghapus sms ini… J J.

OMG… *style Taani dalam Rab Nee Joodi movie. Nei pasti bener anggap daku selayak sahabat. Padahal daku?? Sepertine daku tak pantas untuk dipandang berlebih seperti hal demikian. Bahkan daku tak membalas sms nei. *pulsane abis..

Tapi biarlah daku balas lewat tulisanq disini…

Kl km berkenan, baca tulisan ini sebagai tulisan dari seorang sahabat. Tp jangan khawatir,, aku adalah aku yang akan ttp bahagia sekalipun kamu tiada berkenan berikan tanda bahwa kau telah membaca tulisan ini.

Ternyata Lupa Bisa Bermanfaaat


beginikah bayi2 di suatu saat nanti??
Subhanallah… Otak manusia merupakan perangkat yang paling kompleks di dunia. Trilyunan sel otak memiliki fungsi spesifik tetapi saling berhubungan. Mengendalikan seluruh aspek fisik dan psikis manusia. Baik secara sadar maupun tak sadar.
Kapasitas penyimpanan memori di dalam otak jauh melebihi kapasitas hardisk komputer terbesar sekalipun. Otak memiliki kemampuan menangani algoritma rumit secara bersamaan dalam jumlah tak terbatas, jauh melebihi kemampuan prosesor komputer tercanggih sekalipun.
Wajar saja kalo manusia masih saja sering lupa?. Lupa hal-hal yang baru saja terjadi. Lupa menaruh kunci kendaraan. Lupa mematikan lampu. Lupa nama orang. Lupa membayar utang. Lupa istri. Lupa daratan! Hehehe…
Memang lupa bisa menjadi kelemahan dari keberadaan otak bagi manusia. Namun, bila kita mau berfikir obyektif pada otak, maka akan ditemukan bahwa lupa juga memiliki manfaat. Andai saja tiada lupa, pasti dua orang manusia tidak akan pernah kembali akur (hidup rukun) setelah mereka terlibat pertengkaran. Betul kagak??

Minggu, 03 April 2011

Cinta dan Kehormatan

cinta dan kehormatan

Muda-mudi saat ini banyak yang berbicara tentang cinta. Banyak pula bertingkah laku dengan cinta dan pula atas nama cinta.
Di masa lalu cinta adalah hal yang sangat terhormat, sedemikian terhormatnya sehingga cinta hampir-hampir dirahasiakan. Cinta diungkapkan dalam surat-surat cinta yang disampaikan oleh orang yang sangat dipercaya bahkan dikirim oleh burung-burung merpati yang amat terlatih. Surat-surat itu ditulis dengan menggunakan air mata dan tinta, atau tinta yang dicampur dengan sedikit ludah atau bahkan darah. Berisikan untaian kata yang indah. Lalu dikemas dengan sedemikian rupa sehingga bukan saja terlihat indah, namun pula sangat rahasia.
Cinta masa lalu adalah emosi yang meluap-luap tetapi penuh kesucian dan kehormatan. Karena itu, betapapun hangatnya cinta, kehormatan selalu mengarahkan cinta ke arah yang wajar karena kehormatan lebih kuat daripada cinta. Ini pulalah yang menjadikan para pencinta saling menjaga kehormatannya dan mengindahkan nilai-nilai budaya yang berlaku.

Narcist Tips 'mhoto dewe'


narcist boleh dunk... gak narcist gak exist... gitulah kata orang...  
Tapi kadangkala orang yang narcist ntuh ndak pikirin teorinya mhoto. alhasil, walopun potonya ndiri, hasilnya gak greget. 

Dari semua subjek pastilah foto diri menempati urutan pertama. Tapi justru hal ini kurang diperhatikan sehingga foto kita jadi kurang bergairah. Dengan sedikit kerepotan dan perhatian pastilah kita dapat memberi sesuatu yang memiliki nilai lebih.

Namun sayangnya sadar atau tidak ada kebiasaan yang ternyata membuat foto itu kurang bagus hasilnya. Misalnya saja yang difoto terlalu kecil dalam bingkai. Yang tampak seringkali adalah sosok yang jauh sampai kadang tak jelas siapa sih yang difoto? Padahal ekspresi subjek juga penting, karena kenangan yang direkam itu akan dibawa kembali. Kebanyakan ini terjadi di depan bangunan atau sesuatu yang besar. Sehingga karena dipaksakan, seperti ujung atas dari sesuatu yang difoto harus masuk bingkai, maka pemotret mundur terus, sementara yang difoto di depannnya menjadi kecil. Cara mengatasinya adalah, tempatkan subjek tidak terlalu jauh dari kamera, sekalipun itu berarti hanya setengah badan yang masuk. Mengapa harus seluruh badan kelihatan?

Kebiasaan lain pada foto diri adalah, subjek posisinya persis di tengah bingkai. Ini aneh sekali. Seolah kalau tidak ditaruh di tengah-tengah kuatir tidak masuk foto. Padahal itu membuat bagian jalan/daratan/latar depan menjadi tebal atau lebar, dan justru objek utama di belakangnya menjadi terfoto sebagian atau terpotong.

Caranya yang lebih baik adalah dengan menempatkan objek di tepi kiri atau kanan dari subjek. Umumnya posisikan di bawah horizon. Tapi kalau mau kreatif, diletakkan di tengah horison ke atas pun bisa menarik, asal situasi latar depannya yang ingin ditonjolkan. Jangan kuatir, sekalipun ditaruh di tepi, pasti masuk foto, asal kelihatan di jendela pengamat kamera.
 
Di samping kebiasaan itu, masih ada kebiasaan lain, yakni yang difoto berdiri tegap, kaku tanpa ekspresi. Memangnya kita sedang membuat foto tahanan polisi? Sudah begitu pakaiannya pun sangat pucat (kaos putih). Sebuah foto jauh lebih menarik bila objeknya berpose dengan wajar dan tersenyum riang. Motto foto diri adalah : Lebih lepas, lebih pas!

Caranya adalah usahakan mencari posisi yang menyenangkan bagi subjek dan mintalah untuk bersikap wajar tidak dibuat-buat. Kalau sempat sebelum berangkat ingatkan semua untuk memakai busana yang warnanya cerah meriah, karena akan membuat foto lebih segar dan menyenangkan.