Senin, 23 Mei 2011

Pesan "Kebapakan" Pak Prof.

Prof. DR. Arief Rahman H, M.Pd.
Sebagai seorang yang belajar, tentunya saya banyak mendapatkan pesan atau nasehat untuk kebaikan saya. Ntah berapa banyak nasehat dan pesan yang saya dapatkan. Ntah berapa banyak pula pesan dan nasehat yang telah saya laksanakan pun pula saya abaikan. Yang jelas, pesan dan nasehat itu saya dapatkan baik dari orang lain, guru, orang tua, maupun teman. Bentuknya pun baik secara verbal maupun non-verbal, baik orally maupun secara tertulis.

Pagi ini saya sempatkan diri berjalan dalam dunia maya hingga sampai pada tulisan seseorang yang me-report-kan isi sebuah seminar pendidikan dimana seorang professor (Prof. DR. Arief Rachman, M.Pd.-Guru Besar Univ. Negeri Jakarta) bertindak selaku narasumbernya. Dalam tulisan itu dijelaskan bahwa diakhir seminar, sang professor menyampaikan pesan yang ditujukan kepada seluruh peserta seminar baik itu pendidik maupun anak didik. Pesan inilah yang saya anggap unik dan berbeda dari pesan dan nasehat yang biasa saya dapatkan. Biasanya, pesan dan nasehat yang saya dapatkan itu berkutat pada “rajinlah belajar”, “jangan malas”, “ibadah yang rajin”, dan sejenisnya. Namun pesan dari pak Prof nei saya pandang unik. Kombinasinya berbeda dari pesan yang biasa diberikan seorang dengan kapabilitas sekelas Profesor pada orang lain. Bahkan menurut saya, ada sense kebapakan yang terkandung didalamnya. Pesan beliau kepada semua peserta bagi pendidik dan anak didik dalam seminar tersebut adalah:

  1. Jaga Kesehatan; tanpa sehat sepintar apaun tidak akan bisa berguna. 
  2. Hemat; untuk membentengi pengaruh hedonisme yang ganas saat ini. 
  3. Jaga silaturrahmi; tanpa kebersamaan hidup tidak akan tenang.

Bagi anda mungkin ini nasehat yang biasa-biasa saja. Dan ntuh boleh-boleh saja. Saya memaklumi pandangan anda pada nasehat ini, sebagaimana anda memandang maklum pada pandangan saya terhadap nasehat dan pesan pak Prof. Arief ini. Hihihi…

0 komentar: